Rabu, 16 Februari 2011

REUNI AKBAR SMPN 165 JAKARTA


Reuni, bagi banyak kalangan masyarakat merupakan sebuah ajang yang amat bermakna. Ajang ini selain untuk bernostalgia juga dijadikan sebagai ajang untuk saling bertukar pengalaman dan membuka wawasan baru.  Reuni bagi banyak kalangan adalah sebuah pertemuan kembali untuk mematri kenangan yang berserak sembari menggalang sinergi bagi para alumni.

Reuni yang terancang dan terselenggara dengan baik akan menjadikan setiap alumni yang hadir seperti mengalami recharging untuk mendapat daya hidup baru dalam persaingan  sehari-hari. Sebab kebersamaan yang pernah dienyam di masa lalu dan kecintaan (kebanggaan) terhadap almamater yang tertanam di hati setiap alumni merupakan energi potensial yang sangat kuat untuk dengan seketika meluruhkan segala macam sekat psikologis yang ada di hati setiap individu.

Penyelenggaraan reuni, karena itu, tidaklah boleh dipandang sebagai perhelatan yang bisa dirancang sambil lalu. Untuk mendapat manfaat yang sebesar-besarnya dari sebuah reuni, maka setiap hal dalam penyelenggaraan, dari sejak persiapan hingga pelaksanaan serta tindak lanjut setelahnya, haruslah dirancang dengan cermat dan teliti.


REUNI YANG MEMBERI DAYA HIDUP BARU

Sebuah reuni,  akan terasa bermanfaat bagi alumni yang hadir apabila perjumpaan tersebut mengakomodasi aspirasi-aspirasi seperti:
-         hasrat melepas kerinduan dan bernostalgia,
-         hasrat berbagi pengalaman sukses,
-         hasrat menyumbang sesuatu pada almamater,
-         hasrat mendapat sesuatu yang baru.

Dengan begitu semua hasrat tersebut akan saling bersenyawa dan membentuk sebuah energi berupa daya hidup baru yang menggelora. Sehingga semua alumni yang hadir akan pulang membawa suasana hati yang baru dan segar untuk menapaki hari esok dengan langkah yang lebih mantap.

KESINAMBUNGAN SELEPAS REUNI

Daya hidup baru yang didapat alumni setelah reuni, tentulah bukan sesuatu yang memiliki daya rekat super kuat jika tidak ditindaklanjuti dengan langkah-langkah untuk menjaga dan merawat persenyawaan dan sinergi itu secara sistematis dan terorganisir.  Untuk itu, dibutuhkanlah adanya jaringan komunikasi dan informasi yang digarap secara profesional setelah reuni usai.

PENYELENGGARA YANG BERDEDIKASI

Satu hal yang kerap menjadi soal dalam pelaksanaan banyak acara reuni selama ini adalah terbatasnya individu-individu yang berdedikasi tinggi untuk menyelenggarakan segala sesuatunya dari sejak persiapan hingga acara berlangsung dan sesudahnya. Hal ini bukanlah suatu yang mengherankan sebab biasanya pemrakarsa dan panitia reuni adalah para alumni yang sibuk dalam urusan rutinnya. Hanya sebagian (kecil) waktu yang mereka curahkan untuk terselenggaranya reuni.

Maka dibutuhkanlah sekelompok orang  yang dapat mencurahkan seluruh perhatiannya untuk penyelenggaran reuni. Kelompok itulah yang menjadi “tangan-mata-telinga” Pemrakarsa dalam menyelenggarakan reuni bagi almamaternya.

LANGKAH –LANGKAH IKASEMALI 165

Ini bukanlah semacam strategi dalam permainan catur, melainkan langkah managerial sederhana namun penuh daya antisipasi dalam menjawab setiap persoalan yang muncul dalam penyelenggaraan sebuah reuni. Kami menyebutnya: “Langkah-langkah IKASEMALI 165”.

Secara sepintas langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Pembentukan panitia (alumni)
  2. Perumusan visi, misi dan tema reuni (IKASEMALI 165 aktif mencatat dan memberi masukan)
  3. Penyusunan Acara (IKASEMALI 165 secara proaktif menyerap aspirasi/trend untuk menjadi masukan dalam menyusun acara)
  4. Penyusunan Agenda (IKASEMALI 165 menjamin ketepatan waktu)
  5. Pendataan alummi dan sosialisasi (IKASEMALI 165 dengan sebuah metode penelisikan tertentu, akan dengan tekun mencari dan menghubungi alumni ke berbagai penjuru. IKASEMALI 165 juga merancang sebuah mekanisme komunikasi yang mempermudah pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengakses informasi)
  6. Penggalian dana (IKASEMALI 165 bersama-sama dan dibawah pengawasan panitia, mengusahan terkumpulnya dana sebanyak mungkin untuk melancarkan penyelanggaraan reuni, baik dari iuran alumni, donatur yang tak mengikat, maupun sponsorhip)
  7. Penyelenggaraan (Semua hal yang berhubungan dengan citra baik penyelenggaraan diserahkan pada panitia, sedangkan hal-hal yang berkaitan dengan kelancaran penyelenggaraan menjadi tanggungjawab IKASEMALI 165)
  8. Tindak Lanjut (IKASEMALI 165 mengupayakan terbentuknya sebuah jaringan komunikasi yang rapi melalui berbagai perangkat komunikasi yang mungkin)



Bersama IKASEMALI 165, seberapa pun besar skala acara reuni yang akan diselenggarakan, panita boleh dengan yakin mengatakan: “siapa takut?”

Lampiran:

CONTOH PROGRAM

  1. Pembuatan data base alumni dan dapat diakses melalui jaringan internet. Data base ini selain mempermudah kontak antar alumni, juga menjadi semacam simpul jaringan dalam hal pengembangan diri setiap alumni.
  2. Penyusunan serangkaian buku mengenai kisah sukses atau pun pengalaman menarik dari para alumni yang bisa menjadi inspirasi bagi alumni lainnya.
  3. Ceramah manajemen/kebudayaan yang memberi inspirasi segar bagi alumni (dan keluarga) untuk melangkah menapaki hari depan.
  4. Aneka hiburan menarik untuk menyemarakkan acara reuni dengan jenis acara yang disesuaikan dengan tema reuni.





  1. Memfasilitasi keinginan membentuk lembaga-lembaga semacam koperasi alumni, yayasan bea siswa, yayasan pembangunan almamater, dll.
  2. Memfasilitasi pembentukan jaringan semacam arisan jarak jauh dengan sistem ordinat.
  3. Memfasilitasi minat para alumni untuk mengaktulisasikan diri / karyanya di dalam maupun di luar jaringan alumni melalui berbagai media yang mungkin (buku, CD-Rom, VCD, dll).